Ghost

My Button Collection

Aku sedang tercari-cari, di mana Allah dalam hatiku.

Untuk Kalian yang Bernama Ikhwan

untuk kalian yang bernama ikhwan!

Semalam,
Yang terindah pernah terlakar.
Dalam sejarah sebuah perjuangan.
Tatkala nyawa menjadi taruhan. 
tatkala kepenatan tidak menjadi alasan,
Sungguh! Tak akan pernah aku lupakan.

Semalam,
Di saat malam merangkak pergi perlahan, 
aku seperti tidak merelakan,
Air mata tidak tertahan
Terlalu murah di sepanjang perjalanan,
Kerana aku tidak puas bersama kalian,
Kalianlah yang bernama Ikhwan!

Semalam, 
sudah terbukti kasih kita,
Tidak butuh madah dan pujangga
Hadiah dan kurnia.
Baru kufaham erti cinta,
Jika syahid menjemput sekalipun,
Tidakku takut.
Kerana semangat kalian bersamaku.
Kalianlah yang bernama Ikhwan!

Allahuakbar!

-musafir asing-
2 mei 2013

http://musafirasing.wordpress.com/

Ketika kita telah memutuskan untuk berjalan dan mengangkat tinggi sebuah nilai kebenaran. Seketika itu, sebenarnya pun kita telah memutuskan untuk bersedia menjadi orang yang kan diasingkan.

sebuah penangkapan dari sebuah obrolan dengan nya, di sore ini kala senja tengah tersipu manis sekali rasanya :)

(Source: lailinoor)

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.

Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik?

Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi.

Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.

Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Ust. Rahmat Abdullah (via warnawarnilangit)

Daripada kemenangan Badar hingga ke saat seruan jihad Uhud.

Juga sepanjang kilatan mata pedang berlaga, hingga ada yang menusuk daging jasad yang tersarung di balik baju besi. Juga hingga satu persatu jiwa perindu syahid gugur memenuhi janji-janji mereka. 

Ada sesuatu yang terselit di situ. 

Sesuatu yang besar.

The heart can never be independent of other created beings unless Allah is its master and it worships none other than Him.

Seeks help from none other than him, places its trust in none other than Him, rejoices only in that which He loves, despises only that which He hates, loves only for the sake of Allah, hates nothing for the sake of Allah.

Does not give except for the sake of Allah and does not withhold except for the sake of Allah.

The more sincere a person is towards Allah, the more perfect his ‘ubudiyyah becomes and the more independent he becomes from other created beings. 

The more perfect his servitude towards Allah becomes, the more free he becomes of arrogance and shirk.

-Ibn taimiyyah, al-Ubudiyyah-

Puisi Menjejak al Fateh

Telah berlalu generasi mereka,
Kini tinggal pada kita,
Untuk meneruskan usaha,
Atau tinggalkan ia terkubur begitu sahaja.

Mereka adalah yang memahat nama,
Bukan di dada manusia,
Tetapi jauh di syurga sana,
Lantas itu dunia tunduk pada mereka.

Tidakkah kau perhatikan,
Yang terus menggerakkan keimanan,
Membumikan dalam amalan,
Dunia ini Allah tundukkan,
Yang kuat ditewaskan,
Yang mulia dihinakan.

Kalian yang meletak setinggi harapan,
Sekarang yang tinggal hanya pada diri,
Kalau usaha tidak kalian gerakkan,
Kalau jiwa tidak kita bangunkan,
Apa mungkin buat ummat ini,
Melihat Al-Fatih Tsani kembali?

Koreksi diri,
Bangunkan prestasi,
Gerakkan potensi,
Dan menembuslah ke syurga tertinggi !

 

Nukilan Afdholul Rahman CA

Musim Luruh Hobart, Tasmania 2012

Pada kejadian daun, adanya seni kehambaan yang halus dan tersirat.

Genap setahun, di bumi empat musim, dedaun akan mula menguning. Mengira-ngira masa untuk luruh, mengetuk-ngetuk waktu untuk jatuh dan merebah ke tanah.

Meskipun dulu ia subur kehijauan di atas pokok, tak lama lagi, ia akan taat lalu mengering dan mati. Meskipun dulu ia bergembira di tempat tinggi, tak lama lagi, ia akan akur lalu layu dan mula gugur satu persatu.

Meskipun “luruh dan jatuh” itu sakit, dedaunan tetap ‘izzah menyempurnakan tugasnya seperti yang dikehendaki Allah. Melengkap dan menyempurnakan kitaran alam bumi.

Begitulah Allah azza wa jalla menjadikan alam ini. Ia dihiasi dengan ciptaan-ciptaan yang begitu redha dan taat sekali di dalam kehambaannya kepada sunnah Tuhan. Agar manusia itu berfikir berkali-kali, apabila hatinya terdetik mahu mengingkari.

Wahai hati yang meyakini janji Allah, jangan bersedih, dan jangan berasa takut. Meskipun satu hari, kamu menadah kepahitan dan kegetiran hidup hingga tersungkur di tengah-tengah perjalanan, yakin lah, dengan keredhaan yang jujur, Allah akan memimpin dirimu kembali berdiri dan menapak maju.

Sepertimana selepas musim luruh, akan tiba salju. Pada masa itu, tunas akan menumbuh. Dan kemudian musim bunga pula tiba, lalu kelopak indah pun kembali mekar. (:

-Eushahida Raffar-

Post mutarabbi

Dulu, terfikir. macam mana lah nak cipta rasa cinta kepada akhawat, yang bukan sedarah, seibu, sebapa, bau2 bacang ke. pelik.

tapi, bila rasa cinta tu hadir kepada mereka, bila rasa gembira ke, sedih ke, pilu ke, mereka lah yg akan kita cari selepas Dia.

Dan walaupun jauh, rasa kasih sayang dan cinta antara kita takkan pernah terpisah kerana hati kita dihubungkan kerana ukhuwwah itu dihubungkan dengan ikatan keimanan.

semoga satu hari nanti, bilamana jasad berpisah daripada roh, bilamana hari perbicaraan itu tiba, kita dapat sama2 menuju ke syurgaNya, insyaAllah.

kerana, saya chenta awak semua kerana Allah ♥

http://www.facebook.com/fatimah.muhd.7/posts/4043561306540?comment_id=3936189&offset=0&total_comments=7&notif_t=mentions_comment

Ketika tidak ada siapa mahu mendengarkan segala rintihan terhadap kesusahan dan keperitan dunia ini, ketahuilah bahawa masih ada Allah untuk kita. 

Ketika air mata kita mengalir laju, menangisi akan kesempitan dan kepayahan halangan dalam hidup ini, ketahuilah bahawa Allah pasti akan membukakan jalan membuatkan kita tertangis kegembiraan pula satu hari nanti. 

Allah bisa menukar buat hamba-Nya susah menjadi senang, bisa mengubah sedih jadi gembira.

Tinggal lagi, adakah kita mahu meyakini dan percaya? 

Tinggalkan percaya pada-Nya, pasti hati kita akan positif meneruskan liku-liku panjangnya perjalanan hidup ini.

-Afdholul Rahman Che Ani-

I’m trying to be okey. So does everybody out there.

let’s-struggle-harder-just-to-smile

:) :) :) :)

Terkilan

Dua kali aku terkilan.

So, what happened tonight answers my tachycardia during the day. I thought it was from my pro exam. lolz.

Dia tak pernah mengadu kalau aku balik kampung, tak jenguk dia. And I’ve never thought that, the last holiday would be the last time i talked, kissed and hugged him. I thought he would be there during my graduation. Well..at least he could stay till that day.

And Allah„,loves him more. It’s his due already. The next time could be mine. Or yours. Who knows?

Only then i realize that i don’t even have his picture.None.

Everybody is there except me. Terkilan.

 

 

contenganjalanan92:

islahnafsi:

Biarkan mereka dengan kata-kata mereka. Cukup kau tahu yang Tuhanmu tak pernah meminggir.

:’)

contenganjalanan92:

islahnafsi:

Biarkan mereka dengan kata-kata mereka. Cukup kau tahu yang Tuhanmu tak pernah meminggir.

:’)


Akhirnya salah satu pertanyaan besar dalam hidup terjawab, #terharu #berkaca-kaca

Akhirnya salah satu pertanyaan besar dalam hidup terjawab, #terharu #berkaca-kaca

Button Theme